Haruskah Ada Pemisahan Keuangan Pribadi dan Bisnis?
Tips Keuangan / haruskah ada pemisahan keuangan pribadi dan bisnis
Trik Memenangkan Hati Milenial Agar Membeli Produk Anda
Benarkah Bisnis Zaman Sekarang Harus Punya Website? Buat Apa?

Haruskah Ada Pemisahan Keuangan Pribadi dan Bisnis?

 

cara mengatur keuangan bisnis

Cara Mengatur Keuangan Bisnis (freepik)

Pernahkah Anda merasa tidak menikmati laba hasil usaha padahal bisnis Anda tidak pernah sepi?

Hal seperti itu bisa saja terjadi pada pelaku bisnis pemula ataupun yang telah lama menggeluti bisnis meskipun sudah berusaha memangkas biaya lain-lain. Hal ini bisa terjadi karena tidak adanya pemisahan antara keuangan bisnis dan pribadi. Jadi, Anda tidak tahu apakah bisnis Anda untung atau buntung. Yang Anda rasakan adalah ada pemasukan tapi tidak tahu berapa laba yang Anda dapatkan dan pengalokasiannya.

Baca juga: Cek Apakah Kondisi Keuangan Bisnis Anda Sehat?

Pemisahan keuangan bisnis dan pribadi perlu dilakukan untuk mengontrol perkembangan keuangan bisnis Anda. Apapun jenis dan skala bisnis Anda pemisahan keuangan bisnis dan pribadi harus dilakukan. Dengan begitu Anda bisa tahu kemanakah larinya laba usaha, apakah banyak digunakan untuk operasional bisnis atau untuk kebutuhan pribadi.

Pemisahan keuangan bisnis dan pribadi mungkin terlihat gampang dan sepele. Namun bagaimanakah cara yang tepat untuk melakukannya? Berikut ini cara tepat dan mudah untuk memisahkan keuangan  bisnis dan pribadi menurut Cermati.

1. Buat rekening berbeda

Anda bisa membuat rekening yang berbeda dari bank yang sama. Tujuan dari pemisahan rekening ini adalah untuk mengetahui arus kas bisnis dan melihat kondisi keuangan pribadi. Anda perlu disiplin dalam pemisahan rekening ini!

Baca juga: Jurus Jitu Meningkatkan Penjualan Di Era Digital

2. Lakukan evaluasi dan analisis keuangan berkala

Setelah membuat rekening yang berbeda langkah selanjutnya adalah mengevaluasi keuangan bisnis Anda. Anda bisa melakukan evaluasi keuangan setiap minggu. Untuk analisa keuangan bisa dilakukan per tiga bulan sekali. Catat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran.

3. Mengalokasikan laba dengan tepat

Anda tidak bisa sembarangan mengalokasikan laba dari hasil jerih payah bisnis. Ada formulasi yang tepat untuk mengalokasikan laba bisnis, seperti berikut ini:

  • 2,5% untuk zakat usaha
  • 15% untuk ditabung atau diinvestasikan sebagai keperluan pribadi
  • 20% untuk mencicil hutang modal usaha (meskipun modal berasal dari dana pribadi)
  • 30% untuk kepentingan pribadi
  • 32,5% untuk tabungan pengembangan usaha

 

 

RELATED POSTS

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *