Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang dapat memastikan sistem kerjanya berorientasi pada pelanggan dan proses bisnis yang berkelanjutan. Sistem kerja seperti ini akan sangat membantu perusahaan mudah beradaptasi dalam era serba digital. Perusahaan harus segera beralih dari proses bisnis konvensional menuju proses digitalisasi bisnis.
Ada banyak alasan mengapa perusahaan harus segera melakukan perubahan model bisnisnya ke arah yang lebih digital. Data dari FEB Unpas mengungkapkan bahwa aktivitas internet (bagian dari bisnis digital) tidak lagi didominasi untuk kegiatan komunikasi dan hiburan.
Aktivitas seperti pencarian informasi, berita, serta layanan jasa meningkat menjadi 18,7% hingga 19,6%. Tentu saja ini adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh para pebisnis. Belum lagi dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menargetkan kontribusi ekonomi digital mencapai Rp15,557 triliun pada 2026.
Baca Juga: Cloud Optimization untuk Efisiensi Biaya Infrastruktur IT
Masalahnya, peralihan bisnis konvensional menuju proses digitalisasi bisnis itu memiliki banyak tantangan di dalamnya. Di dalam artikel ini admin akan membahas apa saja tantangan tersebut dan bagaimana kehadiran konsultan IT profesional dapat membantu perusahaan mengatasinya.
Simak baik-baik artikel ini ya!
Tantangan dan Manfaat Peralihan Digitalisasi Bisnis
Berikut adalah beberapa tantangan yang umumnya akan dihadapi ketika perusahaan memutuskan beralih ke sistem digital:
- Keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki literasi digital. Perusahaan yang sudah bertahun-tahun menjalankan sistem konvensional, pasti butuh waktu untuk bisa memiliki literasi digital yang baik.
- Proses adaptasi yang tidak sebentar. Perusahaan harus siap dengan berbagai kemungkinan keluarnya biaya, misalnya dengan mengikutsertakan karyawan potensial ke pelatihan digital.
- Sistem digital akan menjadikan bisnis Anda lebih terbuka. Keterbukaan informasi ini tentu saja harus memiliki sistem batasan dan keamanan yang jelas.
- Biaya besar tidak hanya diperlukan untuk melatih SDM, tetapi juga sangat diperlukan ketika perusahaan ingin melakukan peralihan sistem digital skala besar maupun menggabungkannya dengan sistem lama.
Tantangan lain seperti dari perubahan perilaku konsumen dan pasar juga harus dapat dikalkulasikan oleh perusahaan dengan baik dalam rencana yang matang.
Meskipun tantangan yang akan Anda lewati tidak mudah, faktanya peralihan model bisnis dapat memberikan perusahaan banyak keuntungan. Beberapa di antaranya seperti:
- Mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas.
- Pemasaran dengan model personalisasi dan tersegmentasi mudah dilakukan.
- Biaya operasional dapat menurun drastis, hal ini biasanya terjadi apabila adaptasi sistem bisnis digital berhasil dilakukan.
- Perusahaan dapat mengetahui tren bisnis terbaru. Perusahaan dapat merancang rencana cadangan untuk bisnis berkelanjutan di masa mendatang, menyesuaikan kebutuhan pasar.
Peran Konsultan IT dalam Proses Digitalisasi Bisnis
Penjelasan di atas sebenarnya sudah memberikan Anda jawaban tersirat tentang bagaimana cara mengatasi berbagai tantangan digitalisasi bisnis. Salah satu tantangan tersebut adalah dengan memastikan perusahaan memiliki SDM berkualitas yang memiliki literasi digital yang kuat.
Salah satu peran penting dalam perusahaan yang harus memiliki literasi digital dengan baik adalah konsultan IT. Konsultan IT adalah profesional yang membantu perusahaan merancang, mengimplementasikan, dan mengelola teknologi informasi (IT) agar selaras dengan tujuan bisnis.
Saking banyaknya peran penting konsultan IT, posisi ini dapat dibagi menjadi beberapa spesialisasi. Contohnya seperti:
- Konsultan infrastruktur IT.
- Konsultan keamanan siber.
- Konsultan integrasi sistem.
- Konsultan transformasi digital.
- Konsultan pengembangan software.
- Konsultan manajemen proyek TI.
- Konsultan data dan analitik.
- Konsultan cloud computing.
- Konsultan DevOps.
- Konsultan network dan security architecture.
- Konsultan Enterprise Architecture.
- Konsultan IT compliance dan governance.
- Konsultan IT support.
- Konsultan AI and automation.
- Konsultan IT procurement.
Di dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang peran konsultan transformasi digital. Posisi yang berhubungan erat dengan proses peralihan digitalisasi bisnis. Adapun peran krusial konsultan transformasi digital dalam proses ini adalah menentukan prioritas digitalisasi bisnis.
Lalu, bagaimana mereka menentukannya? Berikut ini adalah beberapa langkah sederhananya dimulai dari:
Mencari Terlebih Dahulu Masalah IT yang Paling Mendesak
Langkah pertama adalah dengan mencari akar masalah IT terlebih dahulu yang dihadapi. Terdengar sederhana, tetapi langkah ini tidaklah mudah dijalankan. Konsultan IT harus dapat memahami terlebih dahulu sistem yang telah berjalan, merasakan masalah yang dihadapi serta dampaknya dalam proses kerja.
Membuat Peta Data dan Pengguna yang Terlibat dalam Masalah IT Tersebut
Setelah mengetahui akar masalahnya, konsultan IT juga harus melakukan komunikasi dengan data dan pengguna yang terlibat. Konsultan IT harus dapat mengumpulkan pengalaman pengguna dari mereka yang terlibat untuk penilaian yang lebih objektif.
Membangun Proses IT dari Tahap Awal yang Mudah Dipahami
Selanjutnya adalah dengan mulai merancang proses IT yang mudah dipahami oleh pengguna yang biasanya terlibat dalam proses. Pastikan pengguna dapat dengan mudah menerapkan fungsi kerjanya dengan baik tanpa mengalami hambatan yang berarti.
Mencari Alternatif atau Solusi Relevan untuk Masalah IT yang Dihadapi
Bukan hanya dapat merancang proses IT yang lebih relevan, konsultan IT juga harus dapat memikirkan alternatif proses IT lain yang juga sesuai dengan kebutuhan bisnis, anggaran, serta kesiapan SDM perusahaan. Alternatif proses IT ini nantinya dapat digunakan sebagai sistem backup perusahaan jika proses IT utama mengalami kendala.
Mengukur Dampak Setelah Proses IT Terbaru Dilakukan
Konsultan IT melakukan evaluasi melalui indikator seperti efisiensi operasional, produktivitas, dan kepuasan pelanggan untuk memastikan sistem yang diterapkan memberikan hasil optimal. Selain itu, hasil evaluasi ini juga digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan pengembangan sistem secara berkelanjutan.
Melakukan Integrasi dengan Sistem IT Lainnya
Konsultan IT memastikan sistem baru dapat terhubung dengan sistem lama agar aliran data berjalan lancar, mendukung otomatisasi, dan meningkatkan efektivitas bisnis. Dengan integrasi yang baik, perusahaan juga dapat menghindari duplikasi data dan meminimalkan risiko kesalahan dalam proses operasional.
Keenam langkah inilah yang umumnya diterapkan oleh konsultan IT dari GeekGarden kepada kliennya. Proses transformasi digital tidak dilakukan semata-mata hanya untuk mengejar keuntungan, tetapi juga dilakukan dengan memastikan prosesnya benar-benar menjawab kebutuhan bisnis klien.
Mie Nyinyir menjadi salah satu contoh klien GeekGarden yang sukses melakukan transformasi digital. Klien ini sukses beralih dari sistem konvensional menuju sistem ERP dengan web dan aplikasi yang personal. Peralihan ini menjadikan klien Mie Nyinyir lebih mudah mengatur sistem POS, inventory, finance, human resource, dan laporan data.
Kesimpulan
Proses digitalisasi bisnis memerlukan perencanaan yang matang karena melibatkan berbagai tantangan, mulai dari kesiapan SDM hingga integrasi sistem yang kompleks.
Baca Juga: Cara Menyusun IT Architecture yang Scalable untuk Bisnis Jangka Panjang
Peran konsultan IT menjadi sangat krusial dalam membantu perusahaan menentukan prioritas, memilih solusi yang tepat, serta memastikan implementasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang tepat, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas di era digital.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi segera customer service GeekGarden di nomor WhatsApp 628112633681 untuk konsultasi lebih lanjut dengan Konsultan IT kami!





