fbpx
scrum adalah

Apa Itu Metode Scrum? Definisi Hingga Tahapan Penggunaannya

Table of Contents

Metode scrum adalah salah satu metode agile yang sering digunakan oleh perusahaan atau startup untuk membantu organisir pekerjaan saat melakukan manajemen proyek.

Karena, scrum menjadi salah satu metode yang paling efektif dalam pengelolaan proyek, dan salah satu manfaat scrum adalah menjawab tantangan kebutuhan untuk beradaptasi dengan cepat dan dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Mari simak penjelasan mengenai metode scrum berikut ini.

Pengertian Metode Scrum

Scrum adalah kerangka kerja Agile yang digunakan untuk pengelolaan proyek berjangka secara bertahap. Scrum menekankan kolaborasi, komunikasi, dan adaptabilitas untuk menghasilkan produk yang bernilai tinggi dalam waktu singkat.

Scrum bukan sekadar kumpulan langkah-langkah, melainkan sebuah kerangka kerja yang menekankan nilai-nilai efektivitas dalam sebuah tim. Interaksi antar anggota tim memiliki peran yang lebih penting daripada proses dan teknis.

Dengan berpegang pada nilai interaksi, kolaborasi dan fleksibilitas, Scrum membantu tim proyek untuk bekerja secara lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan yang perlu dilakukan.

Lalu, apa bedanya metode scrum dan metode agile? Metode agile merupakan dasar manajemen proyek yang berfokus pada produk berkualitas untuk kepuasan pelanggan, dengan tetap menjaga lingkungan dalam tim. Jadi, penggunaan metode scrum merupakan bagian dari agile. 

Contoh Penerapan Metode Scrum

Scrum tidak terbatas pada pengembangan perangkat lunak saja.  Metodologi ini dapat diterapkan pada berbagai jenis proyek yang membutuhkan pendekatan iteratif dan adaptif.  Berikut adalah beberapa contoh penerapan metode Scrum:

1. Product Development: Scrum dapat digunakan ketika tim perlu mengembangkan berbagai produk, seperti pembuatan aplikasi mobile, perangkat keras, hingga produk fisik lainnya.

2. Pemasaran/Marketing: Tidak hanya tim IT saja yang bisa menggunakan metode scrum dalam sehari-hari, tim marketing juga bisa menggunakan metode ini. Tim pemasaran dapat menggunakan Scrum untuk merencanakan dan menjalankan kampanye pemasaran secara bertahap, serta mengukur efektivitasnya secara berkala.

3. Desain: Tim desain dapat menggunakan Scrum untuk memecah proyek desain menjadi poin-poin kecil, yang bisa mendapatkan feedback dan perbaikan secara terus-menerus.

Peran dalam Tim Scrum

Scrum  berfungsi dengan baik karena adanya tim yang terdiri dari peran-peran yang saling melengkapi.  Mari kita lihat ketiga peran utama dalam tim Scrum:

a. Product Owner

Pemilik produk adalah representasi dari pihak yang berkepentingan (stakeholder) dan menjadi ujung tombak dalam penetapan visi dan prioritas produk.

Product Owner bertanggung jawab atas Product Backlog, yang merupakan daftar terurut dari semua item pekerjaan yang dibutuhkan untuk pengembangan produk.

Product Owner bekerja sama dengan tim Scrum untuk menentukan prioritas item-item dalam Product Backlog dan memastikan bahwa item tersebut selaras dengan visi produk.

b. Scrum Master

Scrum Master adalah fasilitator dan coach bagi tim Scrum.

Scrum Master memastikan bahwa tim memahami dan menerapkan kerangka kerja Scrum dengan baik.

Scrum Master juga berperan dalam membantu tim mengatasi hambatan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

c. Development Team

Development Team adalah tim yang secara langsung mengerjakan pengembangan produk.

Tim ini terdiri dari para profesional yang memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk menyelesaikan item-item dalam Product Backlog.

Development Team bekerja secara mandiri dan mengatur cara kerja mereka sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah ditentukan.

Prinsip-prinsip Metode Scrum

Scrum didasarkan pada beberapa prinsip dasar yang menuntun cara kerja tim:

  • Transparansi: Semua informasi terkait proyek harus transparan dan mudah diakses oleh semua anggota tim.
  • Inspeksi: Proses pengembangan produk harus terus di inspeksi dan diadaptasi sesuai kebutuhan.
  • Adaptasi: Tim harus siap untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan prioritas.
  • Fokus: Tim harus fokus pada menyelesaikan item-item dengan prioritas tertinggi dalam Product Backlog selama sprint.
  • Kontrol diri: Development Team memiliki kontrol diri dalam mengatur cara kerja mereka untuk menyelesaikan tugas.

Tahapan Metode Scrum

Scrum dijalankan melalui tahapan-tahapan yang berulang (iteratif).  Tahapan tersebut dikenal dengan sebutan Sprint.

a. Sprint Planning

Sprint Planning adalah pertemuan perencanaan yang dilakukan di awal setiap Sprint.

Dalam pertemuan ini, Product Owner mempresentasikan item-item prioritas teratas dari Product Backlog.

Tim Scrum kemudian berdiskusi dan memperkirakan item-item tersebut, serta menentukan item mana saja yang dapat mereka selesaikan dalam Sprint. Hasil dari Sprint Planning adalah Sprint Backlog, yang merupakan daftar item-item pekerjaan yang akan diselesaikan selama Sprint.

b. The Sprint

The Sprint adalah periode waktu tertentu, biasanya 1-4 minggu, di mana tim Scrum fokus untuk menyelesaikan item-item yang telah dipilih dalam Sprint Backlog.

Selama Sprint, tim bekerja secara mandiri dan tidak terganggu oleh gangguan eksternal. Scrum Master berperan sebagai fasilitator dan memastikan bahwa tidak ada hambatan yang menghalangi kemajuan tim.

d. Daily Scrum

Daily Scrum adalah pertemuan harian secara singkat selama Sprint. Pertemuan ini biasanya berlangsung selama 15 menit dan bertujuan untuk:

  • Membahas kemajuan pekerjaan yang telah diselesaikan sejak Daily Scrum sebelumnya.
  • Mengidentifikasi hambatan yang dihadapi tim.
  • Menyesuaikan rencana kerja untuk Sprint, jika diperlukan.

d. Sprint Review

Sprint Review merupakan agenda pertemuan di akhir tahapan Sprint. Dalam pertemuan ini, tim Scrum mempresentasikan hasil pekerjaan mereka kepada Product Owner dan stakeholder lainnya.

Tim juga membahas hambatan yang dihadapi selama Sprint dan pembelajaran yang didapat.

Product Owner menggunakan kesempatan ini untuk memberikan feedback dan menentukan apakah perlu ada perubahan pada Product Backlog.

e. Sprint Retrospective

Sprint Retrospective adalah pertemuan yang diadakan setelah Sprint Review. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi proses Scrum yang dijalankan selama Sprint.

Tim Scrum membahas hal-hal yang berjalan dengan baik, hal-hal yang perlu diperbaiki, dan bagaimana cara untuk meningkatkan kinerja mereka pada Sprint berikutnya.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Scrum

Scrum, seperti halnya metodologi pengelolaan proyek lainnya, memiliki kelebihan dan kekurangan.

1. Kelebihan Scrum

  • Fleksibel dan adaptif: Scrum memungkinkan tim bisa beradaptasi dengan semua perubahan secara cepat dan mudah.
  • Peningkatan komunikasi dan kolaborasi: Scrum mendorong interaksi dan komunikasi yang erat antar anggota tim.
  • Peningkatan kualitas produk: Scrum membantu tim untuk fokus pada penyelesaian item-item dengan prioritas tertinggi, sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas.
  • Transparansi: Semua informasi terkait proyek bersifat transparan dan mudah diakses oleh semua pihak.
  • Penghematan waktu dan biaya: Scrum membantu tim untuk bekerja secara lebih efisien dan menghindari pemborosan waktu dan biaya.

2. Kekurangan Scrum

  • Kurang cocok untuk proyek dengan persyaratan yang tidak jelas: Scrum bekerja dengan baik ketika persyaratan produk sudah cukup jelas.
  • Membutuhkan tim yang berkomitmen tinggi: Scrum membutuhkan tim yang memiliki komitmen tinggi, disiplin, dan mampu mengatur diri sendiri.
  • Dokumentasi yang minimal: Scrum lebih menekankan pada komunikasi dan kolaborasi daripada dokumentasi yang menyeluruh. Hal ini mungkin menjadi tantangan bagi beberapa pihak.

Manfaat Scrum Bagi Perusahaan

Scrum menawarkan berbagai manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya.  Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Peningkatan produktivitas: Scrum membantu tim untuk bekerja secara lebih fokus dan efisien, sehingga meningkatkan produktivitas.
  • Peningkatan kualitas produk: Scrum mendorong pengembangan produk secara iteratif dan bertahap, sehingga memungkinkan untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan lebih awal.
  • Peningkatan kepuasan pelanggan: Scrum memungkinkan tim untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan keinginan mereka.
  • Pengurangan risiko: Scrum membantu mengidentifikasi dan mengatasi risiko proyek secara lebih dini.
  • Peningkatan moral tim: Scrum menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan transparan, sehingga dapat meningkatkan moral dan motivasi tim.

Kesimpulan

Scrum adalah kerangka kerja Agile yang efektif untuk pengelolaan proyek yang kompleks dan dinamis.  Scrum menekankan pada kolaborasi, komunikasi, dan adaptabilitas, sehingga memungkinkan tim untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dalam waktu singkat.  Dengan memahami konsep, peran, tahapan, kelebihan, kekurangan, dan manfaat Scrum, perusahaan dapat  menilai  apakah  metodologi ini  cocok  diterapkan  untuk  proyek-proyek

Temukan artikel menarik lainnya yang membahas topik teknologi, IT outsourcing hingga programming hanya di GeekGarden! Kami adalah software house yang memiliki layanan pembuatan kustom software, cloud services, hingga IT manpower.

Bagikan Artikel Ini:

Picture of GGadmin
GGadmin
Who’s behind the admin or the writers? It’s us, the geeks of technology, who love talking about the newest updates about programming, business, AI, and sharing digital talent.

GET UPDATED ABOUT GEEK VILLAGE

Sign-up your email, don’t be worry, we will not spam you! We only share anything related to technology and business you needed the most!